Pengumuman
PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIS MEMBACA NYARING TAHUN 2025 Klik disini untuk detail
Logo Perpus Logo Perpus Logo pessel

Dispusip

Kabupaten Pesisir Selatan

Lagi Firal Negeri 5 Menara Tayang di Studio Mini Dispusker

22 Aug 2024 08:53:53 WIB 91x dibaca
Lagi Firal Negeri 5 Menara Tayang di Studio Mini Dispusker

Painan-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Layanan Digital Film Literasi dan Inklusi Sosial menayangkan Film Negeri 5 Menara di Studio Mini (Selasa, 13 Agustus 2024).

Negeri 5 Menara berawal dari kisah seorang remaja laki-laki bernama Alif (Gazza Zubizareta) yang lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil dekat Danau Maninjau, Sumatra Barat. Setelah lulus dari sekolah menengah, ia bertekad untuk mengejar mimpinya bersekolah di Bandung dan pergi ke perguruan tinggi yang sama dengan B.J. Habibie. Sayangnya, sang ibu (Lulu Tobing) ingin dirinya belajar agama di sebuah pesantren di Ponorogo, Jawa Timur bernama Pondok Madani. Tidak seperti Alif yang begitu mengidolakan sosok B.J. Habibie, sang ibu justru mengagumi sosok Buya Hamka dan menginginkan Alif menjadi orang besar sepertinya. Alif yang awalnya menolak sekolah di pesantren, akhirnya menerima keputusan orang tuanya meskipun dengan setengah hati. Perjalanan panjang pun ditempuh oleh Alif dan sang ayah (David Chalik) dari Sumatra ke Jawa untuk mencapai Pondok Madani. Sesampainya di Pondok Madani, Alif dipaksa beradaptasi di lingkungan yang asing dan aturan sekolah yang begitu ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai dekat dengan lima orang santri lainnya berkat saling berbagi susu dan hukuman 'jewer berantai' yang mereka terima. Kelima sahabat barunya, yaitu Baso (Billy Sandy), Atang (Aris Putra), Raja (Jiofani Lubis), Said (Ernest Samudera), dan Dulmajid (Rizki Ramdani). Mereka semua berasal dari berbagai kota, memiliki bahasa, serta latar belakang yang berbeda. Kendati demikian mereka bisa akrab dan berteman baik. Keenam sekawan sering kali terlihat nongkrong di bawah menara Pondok Madina, sehingga dijuluki sebagai "Sahibul Menara" atau pemilik menara. Kegiatan sekolah dimulai dengan sebuah pelajaran berharga disampaikan oleh seorang ustadz, yaitu kalimat "Man Jadda Wajada." Frasa yang jika diartikan sebagai "siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil" itu begitu berkesan bagi Alif dan kawan-kawannya. Mereka pun memegang teguh kalimat tersebut dalam mengejar mimpi mereka di masa depan. Seolah seperti 'mantra', kalimat man jadda wajada memberi motivasi keenam sekawan untuk memiliki mimpi besar di dalam hidup mereka. Alif ingin pergi ke Amerika, Atang ingin pergi ke Mesir, Baso ingin pergi ke Mekah, Raja ingin pergi ke Inggris, dan Said dan Dulmajid ingin bepergian ke seluruh Indonesia. Seluruh negara yang ingin mereka kunjungi memiliki menara ikonik, sehingga keenamnya berjanji jika besar nanti mereka pasti akan mengunjungi 5 menara di negara-negara tersebut.

Pengunjung yang datang rata-rata anak SD. Kami sangat senang sekali menonton film distudio mini ini "Tutupnya.

Penulis: mia

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.