Headline News

header-int

KEPALA DISKERPUS MENJADI PEMBINA UPACARA DI SMAN 1 BATANG KAPAS

Senin, 26 Agu 2019, 15:05:46 WIB - 21 | Eko Prima Okriansi, SE
KEPALA DISKERPUS MENJADI PEMBINA UPACARA DI SMAN 1 BATANG KAPAS

Painan, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Pesisir Selatan Mawardi Roska, S.IP didampingi oleh Kabid Perpustakaan Oktavian Ramli, S.Sos, M.Pd menghadiri sekaligus menjadi pembina upacara pada hari Senin, 26 Agustus 2019 di SMAN 1 Batang Kapas.

Upacara yang diikuti oleh seluruh Siswa, Guru dan staf SMAN 1 Batang Kapas berjalan sangat tertib, lancar, dan khidmat.
Dalam amanatnya, Mawardi menyampaikan “Literasi untuk Kesejahteraan”. Dalam mewujudkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, dapat mencapai sasarannya. Perpustakaan yang berbasis inklusi sosial bisa diupayakan melalui penguatan literasi menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka. Perpustakaan bisa pula menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual, dan berlatih keterampilan hidup, sehingga memberikan dampak positif. 

Namun lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi suatu organisasi yang dinamis. Perpustakaan harus aktif melakukan usaha-usaha, mengadakan aksi nyata, dan bergiat bagi kesejahteraan masyarakat. Gerak perpustakaan harus seirama dengan gerakan informasi. 

Mobilisasi pengetahuan dalam sekolah bukan hanya sekedar diseminasi informasi. Mobilisasi pengetahuan bukan sekedar berbagi, publikasi, atau arus informasi satu arah dari perpustakaan saja. Namun, mobilisasi pengetahuan adalah keterlibatan, partisipasi pemustaka, dan perhatian yang besar pada pemanfaatan perpustakaan oleh para siswa-siswi. terang Mawardi.

Seusai melaksanakan Upacara Bendera, Kepala Diskerpus melanjutkan memberikan paparan tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di ruang guru SMAN 1 Batang Kapas. Literasi  sekolah  dalam konteks GLS adalah kemampuan, mengakses, memahami, dan  menggunakan sesuatu  secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. kata Mawardi saat membuka paparan. 
Dalam hal ini untuk mendukung kompetensi guru di masa depan, dibutuhkan peran dari 4C. Istilah 4C ini sendiri merupakan kepanjangan dari Critical Thingking (Berfikir kritis), Creative (Kreatif), Communication (Komunikasi) dan Collaboration (Kolaborasi).

“Jadi peran 4C dan GLS di integrasikan jadi satu tujuan dengan kegiatan berliterasi pada tahap pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi sehingga terbentuk pribadi pembelajar sepanjang hayat, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mengolah dan mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif (verbal, tulisan, visual, digital) melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan dan buku pelajaran. (cf. Anderson & Krathwol, 2001)” imbuhnya

Salah satu tujuan  penting  dari strategi  literasi  dalam  pembelajaran  konten  adalah  untuk  membentuk  siswa  yang  mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (Ming, 2012: 213). Dengan demikian strategi literasi dalam pembelajaran  akan membentuk karakteristik  siswa dan mengembangkan  keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi). Pembelajaran  yang menerapkan  strategi literasi penting untuk menumbuhkan  pembaca yang baik dan kritis dalam  bidang  apapun, tutup Mawardi

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Follow Me : Facebook Youtube