Headline News

header-int

DISKERPUS TERIMA CARDATALE, BOARDGAME DESIGN LAB YANG MEMBIDANGI APE

Rabu, 17 Jul 2019, 13:11:09 WIB - 199 | Eko Prima Okriansi, SE
DISKERPUS TERIMA CARDATALE, BOARDGAME DESIGN LAB YANG MEMBIDANGI APE

Painan, Selasa (16/7) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Pesisir Selatan menerima Cardatale, Boardgame Design Lab dari Palembang. Perusahaan tersebut disambut langsung oleh Kepala Diskerpus Mawardi Roska, S.IP.

Cardatale dipimpin oleh M. Radius Karno menjelaskan bahwa perusahaan ini membidangi pendidikan berbasis edukasi dalam bentuk Alat Permainan Edukatif (APE).

Boardgame atau permainan papan yang dulu lebih kita kenal dengan permainan Ular Tangga dan Monopoli, sekarang ini dikembangkan menjadi sebuah simulasi pembelajaran yang lebih bermakna bagi kehidupan nyata.

"Di Indonesia tidak banyak yang tahu bahwa Boardgame atau papan main berkembang pesat di Eropa dan Amerika Serikat menjadi sebuah metode efektif dalam memberikan pengajaran dan pelatihan. BG (Boardgame) bukan lagi mainan anak-anak, tapi banyak digandrungi orang dewasa disana. Ada ratusan judul BG terkenal yang jarang kita dengar seperti Pandemic, Splendor, Carcassone, dan banyak lagi." Ujar Karno.

Pada kesempatan hari itu, Karno membawakan 3 buah BG, salah satu yang dimainkan bersama para Tutor Ruma Pintar adalah BG bertema keluarga berjudul FAMILY OF THE 7 SEAS (Keluarga 7 Samudera). Game ini adalah kreasi dari Radius Karno bersama Ratih Muharina, dan telah dimainkan dalam beberapa event di Palembang bersama komunitas GBL Palembang (Game Based Learning / Pembelajaran Berbasis Permainan Palembang ).

Family of the 7 Seas (F7S) adalah game bertema keluarga yang memberikan pengajaran arti kerjasama keluarga. Game ini bercerita tentang perjuangan sebuah keluarga bahu membahu bersama-sama menghadapi keganasan alam, dan ancaman Bajak Laut. Salah satu pemahaman yang diberikan dari F7S adalah nilai tolong menolong dalam keluarga. Sebagai contoh, Mama yang merupakan penjaga keharmonisan dan kesehatan keluarga, jika jatuh sakit, maka Papa bersama kedua anaknya, Kakak dan adik, menggantikan peran Mama agar keluarga tetap stabil aman terkendali. "Dan masih banyak Insight atau pemahaman dari BG ini", lengkap Ratih selaku penasihat Psikologis Parenting Cardatale.

Lebih lanjut Karno mengatakan dalam sosialisasi boardgame ini bertujuan untuk bagaimana cara belajar menurut kreatifitas individu masing- masing. Belajar lewat membaca hanya memberikan dampak 10% bagi seorang pelajar. Pembelajaran paling efektif adalah melakukan simulasi dengan tujuan bisa memberikan dampak 90% dari pembelajaran.

“Boargame ini adalah metode terbaik dalam menyampaikan materi dan metode yang sangat menyenangkan. Tidak semua permainan (game) mengandung keburukan, ada beberapa game yang mengandung informasi yang sangat mendidik”, tutur Karno.

Permainan ini dirancang untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu, misalnya untuk memupuk semangat kebersamaan dan kegotongroyongan.

Kepala Diskerpus Mawardi Roska, S.IP menyambut baik kegiatan sosialisasi dan menyampaikan terima kasih kepada Cardatale serta mengapresiasi kegiatan tersebut. Dalam hal ini Mawardi berharap kerjasama yang baik antara Diskerpus dan Cardatale dalam melengkapi APE di Perpustakaan Umum Daerah, Rumah Pintar Perintis Painan dan juga Kantin Literasi Diskerpus.

Dalam sosialisasi ini para Tutor Rumah Pintar (Rumpin) dilatih langsung oleh Karno dan Ratih dan diharapkan agar bisa diaplikasikan langsung dalam proses belajar mengajar pada tahun Ini, tutup Mawardi.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Follow Me : Facebook Youtube