Headline News

header-int

DISKERPUS IKUTI MUSYAWARAH NAGARI DI NAGARI AUR DURI SURANTIH

Rabu, 21 Agu 2019, 11:40:19 WIB - 28 | Eko Prima Okriansi, SE
DISKERPUS IKUTI MUSYAWARAH NAGARI DI NAGARI AUR DURI SURANTIH

Painan, Pemerintah Nagari Aur Duri Surantih melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RKP Nagari Aur Duri Surantih Tahun 2020 dan DU RKP Tahun 2021 di Aula Kantor Wali Nagari Aur Duri Surantih, Rabu (21/8).

Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan.

Kegiatan ini dibuka langsung Wali Nagari Aur Duri Surantih, Jetrizanko, S.Pd. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas BPM KB Kabupaten Pesisir Selatan, Muspika Kecamatan Sutera, Kepala Satuan unit kerja se Kecamatan Sutera, Ketua Badan dan Lembaga Nagari beserta Anggota, Niniak mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Jetrizanko mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir pada kesempatan ini.

” Potensi di Nagari ini berupa Sawah, Lahan dan Sawit. Semua ini sangat bagus untuk dikembangkan, untuk itu Pemerintah Nagari Aur Duri Surantih mohon dukungan untuk mendorong pembangunan-pembangunan di Nagari yang kita cintai ini”, ujarnya.

Seperti kutipan Kepala Diskerpus "Memanusiakan Manusia" adalah menjadi manusia seutuhnya. Artinya, sebagai ciptaan Tuhan paling mulia, kebahagiaan utama adalah tatkala kita dapat menjadikan sesama manusia lebih terdidik, lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar, dan lebih baik hidupnya, jelas Jetrizanko.

Pada kesempatan ini Kepala Diskerpus Mawardi Roska, S.IP memberikan materi tentang budaya literasi dan menjelaskan sedikit tentang Pemberdayaan Masyarakat.

Mawardi mengajak seluruh para peserta musrenbang untuk membiasakan membaca sesuai  Iqra', artinya “bacalah”, merupakan kata pertama dari wahyu yang disampaikan Tuhan kepada Nabi Muhammad SAW. Pengertian ini sesuai dengan arti kata qara'a itu sendiri yang pada awalnya memang mempunyai arti “menghimpun”. Al Qur'an sering menggunakan kata qara'a dalam berbagai ayatnya.

"Untuk menghasilkan sebuah karya harus ada gagasan dan narasi. Jadi Wali Nagari, Bamus Nagari, Tenaga Ahli serta tokoh masyarakat untuk duduk bersama dalam membangun Nagari ini. Munculkan Gagasan, ada narasi (manfaat), setelah itu baru ada karya (pembinaan masyarakat, kebijakan pemerintah nagari), tutur Mawardi.

”Pembinaan kemasyarakatan, kegiatan-kegiatan dalam bentuk fasilitas untuk lembaga nagari dan kegiatan kelompokan pemberdayaan masyarakat harus difokuskan pada peningkatan SDM kelompok masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan bagi UKM sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat”, tutup Mawardi.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Follow Me : Facebook Youtube