Headline News

header-int

DISEMINASI GERAKAN LITERASI NASIONAL

Kamis, 18 Jul 2019, 08:22:31 WIB - 96 | Eko Prima Okriansi, SE
DISEMINASI GERAKAN LITERASI NASIONAL

Painan, Kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleg Balai Bahasa Sumatra Barat bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pesisir Selatan yang telah dibuka oleh Bupati Peisir Selatan H. Hendrajoni SH, MH pada hari senin (15/7), kegiatan tersebut berlanjut sampai rabu (17/7). 

Materi pada hari pertama diberikan oleh Yurnaldi, ia adalah seorang Jurnalis Senior dengan kompetensi Wartawan Utama yang juga Lulusan terbaik UKW angkatan 22 LPDS. Pada kesempatan ini Yurnaldi memberikan materi tentang Menulis Esai dan Artikel, Menulis Masa Depan. 

Yurnaldi menjelaskan dalam menulis, prinsip pertama yang harus kita ingat adalah ada sesuatu yang hendak disampaikan. Ada sesuatu yang hendak dibagikan. Sesuatu itu adalah pendapat/opini kita yang subyektif dan argumentatif. Bukan sesuatu yang fiktif dan imajinatif. Opini yang ada berdasarkan/didukung data dan fakta.

“Jika itu yang kita lakukan, maka berarti Anda sedang menulis sebuah esai. Menulis suatu masalah dari sudut pandang penulis. Tujuan menulis esai adalah untuk meyakinkan pembaca, membuat orang percaya pada sudut pandang penulis tentang suatu masalah”jelas Yurnaldi.

Selain menjelaskan materi Yurnaldi juga memberikan tugas pada para peserta untuk menulis artikel tentang kehidupan sehari-hari dan dikumpulkan pada hari ketiga pelatihan. 

Pada hari kedua materi diberikan oleh Mohammad Isa Gautama dengan tema Penulisan Puisi dan Asas-asas Penulisan Fiksi. Gautama menerangkan bahwa Bahasa adalah media pengucapan karya sastra dan puisi adalah kata-kata terbaik dalam susunan yang terbaik. Bahasa dalam sastra tidak sekadar media tetapi juga tujuan Penyair bergelut dengan bahasa dan tidak sekadar menjumput kata-kata begitu saja. Kata-kata adalah segalanya dalam puisi. Kata-kata sebagai penghubung ide, intuisi, dan imaji antara pembaca dan penyair.

Lebih lanjut Gautama menerangkan karangan fiksi, karangan khayali, karangan imajiner yaitu karangan yang berasal dari dunia subyektif seseorang, atau ekspresi dengan kata-kata atas bahan-bahan yang bersumber dari dunia subyektif pengarang

"Pengalaman adalah interaksi seseorang dengan dunia obyektif. Sifat dan bentuk karangan seseorang akan ditentukan oleh hubungan dunia subyektifnya dengan dunia obyektif. Semakin kuat faktor dunia subyektif seorang pengarang, karangannya akan semakin bersifat fiktif, semakin menjauhi realitas”jelas Gautama. 

Terlihat para peserta begitu semangat mendengarkan materi-materi yang diberikan oleh Gautama bukan hanya penyampaian materi saja tapi juga langsung pada praktek pembuatan puisi dan bebepara orang peserta dipilih untuk  tampil membaca puisi.

Pada hari terakhir materi diberikan oleh Wahyudi dari Balai Bahasa Sumatra Barat dengan judul materi Teknik Swasunting. Menyunting adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, bahasa (ejaan, diksi, struktur kalimat, dan paragraf), penyuntingan, proses, cara, perbuatan menyunting.

Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, langkah Penyuntingan (Swasunting), membaca keseluruhan naskah, memahami isi naskah, mengecek salah tik (saltik), mengecek konsistensi, mengecek penyajian, mengecek kebahasaan, mengecek legalitas dan kepatutan, mengecek ketelitian data dan fakta.

"Bahasa yang baik yaitu bahasa yang mencerminkan sikap yang sopan, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia juga mudah dimengerti dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Kita juga harus bisa menyesuaikan saat bicara dengan teman sebaya, orang yang lebih tua atau juga yang lebih muda dari kita. Dari tutur kata kita, orang dapat menilai kepribadian kita"tutup Wahyudi.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Follow Me : Facebook Youtube